Training Leadership Sepecial BUMN & Instansi Pemerintahan

Training Leadership Sepecial BUMN & Instansi Pemerintahan

Mastering Self-Leadership in Public Service

“Transformasi Mentalitas Aparatur: Dari Pelaksana Tugas Menjadi Agen Perubahan Berkinerja Tinggi.”

Mewujudkan Insan BUMN & ASN BerAKHLAK yang mandiri, proaktif, dan berorientasi solusi—tanpa bergantung pada micromanagement pimpinan.

Mengapa Transformasi Birokrasi Membutuhkan Penguatan Self-Leadership?

Dalam mengawal pencapaian target Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), instansi sering kali terhambat oleh tantangan perilaku kerja harian:

X Mentalitas Pasif & Menunggu Arahan (Victim Mindset)

Pekerjaan dilakukan sebatas menggugurkan kewajiban rutin/SOP tanpa adanya sense of ownership terhadap kualitas hasil dan pelayanan.

X Ketergantungan Pengambilan Keputusan pada Pimpinan

Proses operasional dan pelayanan publik melambat karena pegawai enggan mengambil keputusan mandiri dalam koridor regulasi yang ada.

X Melapor Masalah Tanpa Alternatif Solusi

Saat terjadi kendala di lapangan atau aduan masyarakat, pegawai cenderung menumpukkan masalah kepada pimpinan tanpa disertai analisis atau usulan penyelesaian.

X Rentan Stres Dalam Tekanan Pelayanan

Kinerja dan respons emosional menjadi reaktif saat menghadapi keluhan masyarakat, beban kerja administrasi yang tinggi, maupun dinamika aturan yang berubah cepat.

Membumikan Nilai BerAKHLAK Melalui Kepemimpinan Diri (Self-Leadership)

Sosialisasi nilai-nilai dasar tidak akan cukup tanpa dibekali keterampilan mengelola diri sendiri.

Melalui Mastering Self-Leadership in Public Service Workshop, para aparatur dan Insan BUMN dilatih secara intensif untuk:

  1. Mengubah pola pikir dari pasif menjadi pemegang kendali (Internal Locus of Control).
  2. Mengelola emosi dan resiliensi saat menjalankan tugas pelayanan bertekanan tinggi.
  3. Membiasakan budaya kerja berorientasi solusi yang patuh pada SOP dan regulasi.

4 Pilar Transformasi Perilaku Kerja

PILAR 1: Internal Locus of Control & Creator Mindset

Berfokus pada Lingkaran Pengaruh (Circle of Influence)  dan menghentikan kebiasaan menyalahkan kendala birokrasi.

PILAR 2: Resiliensi & Pengelolaan Emosi Pelayanan

Menguasai teknik STOP (Jeda Berpikir) untuk mengendalikan pemicu emosi saat menghadapi keluhan & tekanan kerja.       │

PILAR 3: Problem-to-Option Framework & Optimalisasi SKP

Membiasakan diri menyusun 3 Opsi Solusi berbasis regulasi

sebelum berkonsultasi atau melapor kepada pimpinan.

PILAR 4: Continuous Growth & Evaluasi Mandiri (AAR)

Mengunci komitmen perubahan harian melalui After-Action

Review (AAR) dan 21-Day Self-Leadership Challenge.

Keunggulan Metodologi Program

  • Metode Experiential Learning (30% Teori | 70% Praktik): Peserta terlibat aktif melalui pengisian worksheet refleksi, roleplay komunikasi asertif, dan diskusi penyelesaian masalah riil.
  • Aplikasi Pasca-Pelatihan (21-Day Challenge): Dilengkapi instrumen pantau komitmen harian dan Accountability Partner untuk memastikan perubahan perilaku yang berdampak jangka panjang.

Siap Mewujudkan ASN & Insan BUMN Berkinerja Tinggi?

Dapatkan draf proposal resmi, silabus detail, dan jadwal diskusi koordinasi program untuk unit kerja atau instansi Anda.

 

VALUE EXPEDITION: Outdoor Experiential Core Values

Transformasi Core Values Instansi Menjadi Budaya Kerja Nyata di Alam Terbuka

Lepas dari kejenuhan rutinitas, bongkar Silo Syndrome, dan perkuat resiliensi tim melalui program Capacity Building berbasis tantangan lapangan yang interaktif dan berdampak jangka panjang.

“Menghidupkan Nilai, Menguatkan Sinergi, Mengukuhkan Pengabdian.”

 

  • 80% Field Experiential: Simulasi tantangan fisik & strategi di alam terbuka (bukan sekadar ceramah teori).
  • 100% Value-Oriented: Setiap permainan dirancang sebagai analogi langsung nilai dasar (BerAKHLAK / Corporate Values).
  • 21-Day Habit Formation: Dilengkapi Tracking Sheet untuk memastikan dampak perilaku berlanjut di kantor.
  • Total Stress Release: Menyegarkan pikiran, memulihkan stamina mental, dan menguatkan keakraban tim.

 

Apakah Instansi Anda Sedang Menghadapi Masalah Ini?

  1. Silo Syndrome & Ego Sektoral: Antar-bidang atau divisi berjalan sendiri-sendiri, kaku berkoordinasi, dan saling melempar tanggung jawab.
  2. Core Values Hanya Slogan Spanduk: Nilai-nilai dasar instansi dihafal di atas kertas, namun belum dihayati dalam standar perilaku kerja sehari-hari.
  3. Komunikasi Kaku & Hierarkis: Hambatan emosional dan batasan struktural membuat ide serta kendala lapangan sulit tersampaikan dengan cepat.
  4. Kejenuhan & Stres Kerja (Burnout): Beban kerja birokrasi dan target penyerapan program menurunkan energi serta semangat pengabdian pegawai.

Kami menghadirkan metode Value-to-Action (4 Steps) yang menguji dan mempraktikkan Core Values secara langsung melalui tantangan alam terbuka:

  • Step 1: Value Anchoring — Penyelarasan pemahaman nilai dasar dengan target operasional.
  • Step 2: Outdoor Challenge — Simulasi tantangan fisik & strategi lapangan.
  • Step 3: Analogy Reflector (Debrief) — Refleksi terpandu mengaitkan permainan dengan dinamika kerja nyata.
  • Step 4: Habit Formation — Penguncian komitmen aksi harian pasca-pelatihan.

SIMULASI LAPANGAN UNGGULAN (Featured Outdoor Games)

  • 🚰 The Service Pipeline (Berorientasi Pelayanan): Mengalirkan air/bola melintasi rintangan alam menggunakan potongan pipa terbatas. Melatih fokus mutu (zero error), kesabaran, dan orientasi kepuasan publik/klien.
  • 🙈 Blindfolded Minefield (Akuntabel & Integrity): Mengarahkan anggota tim yang ditutup matanya melintasi rintangan berdasarkan instruksi Leader. Melatih kejujuran, interpersonal trust, dan kepatuhan penuh pada SOP.
  • 🏃 Agile Barrier Run (Kompeten & Adaptif): Tantangan rintangan fisik dengan perubahan aturan mendadak dari fasilitator. Melatih kelincahan merespons regulasi baru dan ketahanan mental (resilience).
  • 🌉 Cross-Field Bridge Building (Harmonis & Kolaboratif): Dua tim lintas bidang mengumpulkan bahan di lapangan untuk membangun jembatan bersama. Membongkar Silo Syndrome dan ego sektoral.
  • 🚩 The Guardian Flag (Loyal & Dedikasi): Misi kelompok mengamankan Panji/Simbol Instansi melewati medan rintangan. Menanamkan kebanggaan (pride of belonging) dan integritas organisasi.

Pengalaman: Berpengalaman memfasilitator berbagai program Capacity Building, Outbound Experiential Learning, dan penguatan budaya kerja untuk instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan korporasi.

 

HIGH-IMPACT TEAMWORK: From Mindset to Field Execution

Hentikan Drama Kantor & Ego Sektoral: Ubah “Kerja Masing-Masing” Menjadi Tim Berkinerja

Program berfokus aplikasi lapangan yang terbukti mengeliminasi miss-communication, kebiasaan melempar tanggung jawab, dan sumbatan alur kerja di instansi/perusahaan Anda.

[ Dapatkan Penawaran & Draf Proposal Program ]

Pernahkah Anda Menghadapi Situasi Ini di Kantor?

Pekerjaan terlambat bukan karena staf Anda tidak pintar, melainkan karena masalah komunikasi dan pola pikir (mindset):

  • Budaya Lempar Tanggung Jawab: Ketika terjadi masalah, energi habis untuk membuktikan “Siapa yang paling bersih dari kesalahan”, bukan menyelesaikan masalahnya.
  • Instruksi Ambigu (“Kata Karet”): Kata-kata seperti “Tolong selesaikan secepatnya” atau “Tolong diurus ya” memicu salah paham dan target yang meleset.
  • Silo Mentality (Ego Sektoral): Divisi merasa menjadi “kerajaan kecil” dan tidak peduli apakah hasil kerjanya menyusahkan divisi sebelah atau tidak.
  • Training Hanya Berhenti di Kelas: Pelatihan selesai dengan tepuk tangan meriah, namun Senin pagi semua staf kembali ke tabiat lama.

“Pekerjaan di era modern sudah terlalu kompleks untuk diselesaikan oleh seorang Superman. Jika ‘perahu’ organisasi Anda bocor di satu titik, seluruh instansi akan tenggelam bersama.”

HIGH-IMPACT TEAMWORK: From Mindset to Field Execution

Pelatihan terstruktur yang menggabungkan 30% Teori Praktis, 40% Simulasi Experiential Learning, dan 30% Aplikasi Lapangan.

3 PILAR UTAMA PROGRAM

PILAR 1: INTERNAL CUSTOMER MINDSET

Fokus Utama: Mengubah cara pandang dari “Saya kerja sendiri-sendiri” menjadi “Saya adalah rantai penting dari suksesnya tim”.

  • Pola Pikiran Utama: Menyadari bahwa siapapun yang menerima berkas, data, laporan, atau instruksi dari kita di kantor adalah Pelanggan Internal (Internal Customer) kita.
  • Prinsip Kerja: Pekerjaan seseorang belum benar-benar selesai hanya karena berkas sudah berpindah dari mejanya. Pekerjaan baru dianggap selesai jika hasil kerjanya siap, rapi, dan mudah digunakan oleh rekan kerja berikutnya.
  • Perilaku Nyata di Kantor: Eliminasi kebiasaan menyerahkan berkas “setengah matang” atau data berantakan yang menyiksa divisi sebelah.

PILAR 2: KOMUNIKASI PRESISI & OPERAN TUGAS

Fokus Utama: Mengeliminasi miss-communication, keterlambatan, dan drama ‘salah tangkap’ perintah kerja.

  • Pola Pikiran Utama: Memusnahkan penggunaan “Kata Karet” yang ambigu (seperti: secepatnya, sebisanya, diurus ya, atau bikin yang rapi) dan menggantinya dengan spesifikasi pasti.
  • Alat Praktis (Formula 3W):
    • What (Apa): Spesifikasi konkret hasil kerja yang diminta.
    • When (Kapan): Hari, tanggal, dan jam tenggat waktu yang pasti.
    • Why (Mengapa): Alasan dan konteks mengapa tugas tersebut krusial untuk proses berikutnya.
  • Perilaku Nyata di Kantor: Penerapan Check-Back Technique (konfirmasi ulang perintah) untuk memastikan persepsi antara atasan dan staf seratus persen sama tanpa celah tebak-tebakan.

PILAR 3: SOLUSI BEBAS MENYALAHKAN & ACTION PLAN 30 HARI

Fokus Utama: Menghentikan budaya melempar tanggung jawab (blame culture) dan mengunci komitmen perubahan harian.

  • Pola Pikiran Utama: Memindahkan fokus tim dari “Siapa yang membuat salah?” (Finger-pointing) menjadi “Di titik mana alur kerja ini tersumbat dan bagaimana cara menguraikannya bersama?” (Problem-solving).
  • Alat Praktis (Formula STOP-BLAME): Menganalisis sumbatan berkas/data (bottleneck) secara visual tanpa menyerang personal rekan kerja.
  • Keberlanjutan Program (Rumus 1-1-1): Setiap peserta dibekali rencana aksi mikro harian selama 30 hari pasca-training (1 konfirmasi kepuasan rekan, 1 instruksi presisi 3W, dan 1 bantuan mikro cross-divisi per hari) yang terukur dan siap diaudit oleh pimpinan/HRD.

Ringkasan Modul Pelatihan

Modul Fokus Materi Hasil Nyata Bagi Perusahaan
BAB PENDAHULUAN Kenapa Harus Tim?

 

Membongkar mitos Lone Wolf & pentingnya menjaga perahu bersama.

Peserta melepaskan ego pribadi dan siap bekerja kolaboratif.
MODUL 1 Internal Customer Mindset

 

Memahami siapa “pelanggan di sebelah meja kerja” kita.

Berkas & laporan diserahkan dalam kondisi rapi dan siap pakai.
MODUL 2 Komunikasi Presisi & Operan Tugas

 

Penerapan Formula 3W (What, When, Why) & Check-Back.

Menghilangkan kata ambigu “secepatnya” dan salah tangkap instruksi.
MODUL 3 Sinergi Solusi & Stop-Blame

 

Kerangka kerja mengurai bottleneck tanpa menunjuk orang.

Terciptanya budaya kerja yang berfokus pada solusi cepat.
MODUL 4 30-Day Action Plan & Sustainability

 

Penerapan Rumus 1-1-1 dan komitmen perilaku harian.

Perubahan perilaku yang terukur dan dapat diaudit pasca-training.

Apa yang Membedakan Program Ini dengan Training Lainnya?

  1. 30% Teori, 70% Aksi: Tidak ada ceramah membosankan. Peserta aktif dalam simulasi (experiential learning) dan penyusunan draf SOP riil kantor.

SIAP MEMBAWA PERUBAHAN PERILAKU NYATA DI KANTOR ANDA?

Dapatkan proposal penawaran resmi, silabus rinci, dan konsultasi kebutuhan pelatihan gratis dengan tim fasilitator kami.

 

STRESS TO PRODUCTIVITY: Fast Reset & Team Synergy Under Pressure

STRESS TO PRODUCTIVITY: Fast Reset & Team Synergy Under Pressure

“Menghentikan Silent Burnout, Mengembalikan Produktivitas & Efisiensi team Anda.”

Kembalikan Fokus, Ketelitian, dan Sinergi Tim Anda Lewat Protokol Fast Reset Berbasis Neurosains & NLP Dalam Waktu Kurang Dari 3 Menit Di Meja Kerja.

[ Dapatkan Proposal & Konsultasi Kebutuhan Tim Gratis ]

 

Apakah Perusahaan Anda Sedang Mengalami “Silent Burnout”?

Target yang makin tinggi dan dinamika bisnis yang cepat sering kali memaksa otak dan sistem saraf karyawan bekerja di luar kapasitasnya. Di tingkat manajemen, Anda mungkin tidak melihat mereka mengeluh—tetapi Anda akan melihat dampaknya pada angka laporan:

3 Indikator Kerugian Nyata Bagi Perusahaan:

    1. Penurunan Produktivitas & Brain Fog (Presenteeism): Karyawan hadir di kantor, tetapi pikiran mereka blank. Kesalahan input data (human error) meningkat dan analisis masalah menjadi lambat.
    2. Hambatan Komunikasi Lintas Level: Staf merasa takut melaporkan kendala (lack of psychological safety), sementara manajer kewalahan memberikan umpan balik tanpa memicu respon defensif.
    3. Biaya Rekrutmen & Turnover Tinggi: Karyawan terbaik (top performer) mendadak mengundurkan diri atau sering absen sakit karena akumulasi kelelahan emosional.

Bukan Pelatihan Motivasi Sesaat. Ini Adalah Toolkit Ketahanan Emosional Terapan.

stress managament

Sebagian besar pelatihan manajemen stres gagal karena hanya memberikan teori relaksasi yang sulit diterapkan di dunia nyata. Fast Reset & Team Synergy Under Pressure menggabungkan Regulasi Somatik (Sistem Saraf) dan Neuro-Linguistic Programming (NLP) untuk memberikan teknik terukur yang langsung bekerja

Keunggulan Utama Program Bagi Manajemen:

    • Discreet Application: Teknik dapat dilakukan langsung di meja kerja, saat rapat, atau sebelum presentasi tanpa diketahui orang lain.
    • Zero Work Disruption: Tidak membutuhkan waktu berhari-hari untuk melihat perubahan respon emosi tim Anda.
    • Practical Worksheets: Setiap peserta membawa pulang Pocket Card dan Action Plan yang siap diimplementasikan.

Peta Pembelajaran  (Half-Day Intensive)

MODUL 0: The Wake-Up Call & WIIFM

Membangun kesadaran penuh karyawan bahwa pengelolaan stres adalah skill keberlangsungan karir pribadi.

MODUL 1: Neuro-Somatic Fast Reset

Menguasai teknik Physiological Sigh & NLP Anchoring untuk mematikan sinyal panik fisik dalam < 3 menit.

MODUL 2: Cognitive Reframing & Circle of Control

Memotong budaya menyalahkan (blame culture) dan mengarahkan 100% energi tim pada solusi nyata.

MODUL 3: Cross-Level Synergy & Psychological Safety

Menguasai teknik Pacing, Leading, & Meta-Model Questions untuk komunikasi presisi tanpa memicu konflik.

MODUL 4: Action Commitment & Future Pacing

Mengunci komitmen harian melalui Micro-Habits dan simulasi mental untuk menghadapi pemicu stres mendatang.

Dampingi Tim Anda Bersama Praktisi Berpengalaman

Fahim Azim berfokus pada pengembangan ketahanan emosional, state management, dan komunikasi organisasi. Berbekal kombinasi keahlian NLP terapan dan Experiential Learning, beliau telah membantu jajaran staf hingga eksekutif di berbagai instansi dan perusahaan untuk bertransformasi menjadi tim yang tangguh, adaptif, dan berkinerja tinggi di bawah tekanan.

Opsi Program Yang Disesuaikan Dengan Kebutuhan Instansi Anda

Card Opsi 1: Half-Day Workshop (3 Jam Intensive)

    • Cocok untuk in-house training efisien tanpa mengganggu jadwal operasional harian.
    • Mampu mengakomodasi hingga 30–40 peserta per sesi.
    • Fasilitas lengkap: Modul Cetak, Pocket Card, Pre/Post Test, & Laporan evaluasi HRD.

Card Opsi 2: Full-Day Workshop (6-7 Jam Deep Dive)

    • Dilengkapi simulasi studi kasus mendalam dan bedah dinamika komunikasi internal tim.
    • Penyesuaian materi (customization) sesuai pain points spesifik instansi Anda.

Siap Membangun Tim Yang Tangguh & Bebas Dari Silent Burnout?

Diskusi awal bersifat gratis dan tanpa komitmen. Kami akan membantu memetakan kebutuhan spesifik tim Anda sebelum menyusun proposal resmi.

Atau hubungi kami langsung melalui WhatsApp Fast Response

 

Fun Learning LEVEL UP

Motivasi & Strategi Sukses di Sekolah & Kehidupan.

Siswa malas belajar, kecanduan gawai, atau kehilangan respek terhadap guru ?

Seminar motivasi biasa hanya bertahan beberapa hari. Program LEVEL UP mengintegrasikan Experiential Training + Modul  pembentukan kebiasaan positif yang berkelanjutan.

Training Interaktif

Membuang Mental block, pengenalan soft skills, dan adab spiritual berbasis NLP.

Flight Manual (E book  LEVEL UP)

Setiap siswa membawa pulang Modul ( E book ) untuk tantangan kemandirian selama 30 hari.

Tantangan Kesiswaan Modern

Remaja masa kini (Gen Z & Alpha) mengalami penurunan rentang fokus yang ekstrem akibat gempuran algoritma media sosial. Mereka butuh pendekatan yang menyentuh logika keseharian mereka, metode interaktif, dan sistem pemantauan berkala yang menyenangkan.

“LEVEL UP hadir untuk melengkapi program Pendidikan. Kami meng sinergikan  dorongan emosional di panggung dengan manual aplikasi harian di dunia nyata.”

Kurikulum Pelatihan

Sinergi antara teknik pemrograman pikiran NLP, Experiential Learning, dan pembentukan nilai spiritual .

01

NLP-Based Coaching

Menggunakan teknik reframing untuk membongkar mental block rasa rendah diri dan meng-update sistem operasi pikiran bawah sadar siswa.

02

Adab & Birrul Walidain

Menjelaskan secara ilmiah dan spiritual mengapa rida orang tua adalah “Cheat Code” dan takzim kepada guru adalah “Firewall” barakahnya ilmu.

03

Dynamic Experiential

Penyampaian materi menggunakan analogi asyik diselingi simulasi fisik taktis khas Smart Outbound Adventure.

04

The 30-Day Checklist

Mengunci hasil training melalui instrumen Modul  yang bisa dikerjakan siswa di rumah dan Sekolah.

Fleksibilitas Program

Pilih Agenda Kegiatan Sekolah Bapak/Ibu

Sesuaikan modul LEVEL UP secara fleksibel dengan agenda kerja kesiswaan tahunan sekolah.

  • Siswa Baru
  • Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
  • Latihan Kepemimpinan
  • LDKS / Pembekalan Pengurus OSIS
  • Kelas Akhir (SMP/SMA)
  • Pembekalan Kelulusan & Akselerasi Impian
  • Kelas Akhir (SMP/SMA) Terintegrasi Kurikulum Merdeka (P5)
  • Pembekalan Kelulusan & Akselerasi Impian

Khusus untuk memandu siswa kelas akhir (Kelas 9 SMP / Kelas 12 SMA/SMK) dalam menata arah cita-cita mereka sebelum meluncur ke dunia pendidikan tinggi atau kerja kualifikasi. Sesi ini sangat sarat akan muatan emosi dan spiritual mendalam.

Modul Utama :

  •  The Calibration GPS (Cita-Cita & Sweet Spot)
  •  The Inner Journey (Sesi Hypnotherapy Masa Depan)
  •  Connecting to Server (Shalat, Ridho Guru & Orang Tua)

Output Kompetensi Siswa:

  •  Menurunkan tingkat kecemasan masa depan (*future anxiety*)
  •  Termotivasi tinggi untuk giat belajar mandiri
  •  Koneksi batin mendalam, takzim pada guru dan orang tua

Fahim Azim

Dosen, Guru, NLP Coach & Hypnotherapist Praktisi yang mendampingi ribuan remaja Indonesia

Mengapa Sekolah Bapak/Ibu Dapat Memercayakan Program Ini Kepada Kami?

Saya merancang materi buku dan program **LEVEL UP** ini bukan berdasarkan teori-teori tebal di perpustakaan universitas tempat saya mengajar hari ini. Saya menulisnya menggunakan tinta keringat dan air mata perjuangan saat seusia siswa-siswi kita.

Sebagai dosen dan praktisi NLP, saya memahami betul bagaimana menyentuh emosi remaja tanpa memicu reaksi penolakan (*resistance*). Program ini adalah untuk membantu guru & sekolah melahirkan Pilot-Pilot masa depan yang berakhlak mulia.

 

outbound cilacap

Jasa Outbound Cilacap

Outbound Cilacap – Pelatihan Outbound yang merupakan aktifitas fisik yang pada umumnya dilakukan di alam terbuka, memiliki tujuan utama kegiatan pelatihan ini adalah melatih para peserta untuk mampu menyesuaikan diri (adaptasi) dengan perubahan yang ada dengan membentuk sikap profesionalisme para peserta yang didasarkan pada perubahan dan perkembangan sifat mendasar dari individu yang meliputi aspek trust, belief, dan komitmen.

Berikut Kegiatan Outbound Training Program

Berikut beberapa program pada kegiatan pelatihan outbound :

Leadership

Leadership Games adalah suatu simulasi permainan yang dirancang untuk memberikan pelajaran bagaimana seorang individu sebagai pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan serta memotivasi orang untuk mencapai tujuan.

Tujuan Kegiatan program  :

  • Merencanakan pencapaian tujuan
  • Membagi Tugas & Koordinasi
  • Mampu memotivasi orang

Fasilitator dan Instruktur : Didukung oleh fasilitator yang ahli dan berpengalaman serta terampil di bidangnya,. Instruktur lapangan yang mempunyai ketrampilan dan menguasai prosedur keamanan di bidang alam bebas.

Personal Development

Personal Development adalah suatu kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam berkomunikasi,self & time management, dan mengembangkan mental positive sehingga diharapkan kapabilitas individu tersebut berkembang.

Tujuan Program Kegiatan :

  • Disipilin
  • Positive Thinker
  • Pribadi yang Unggul

Fasilitator dan Instruktur : Didukung oleh fasilitator yang ahli dan berpengalaman serta terampil di bidangnya,. Instruktur lapangan yang mempunyai ketrampilan dan menguasai prosedur keamanan di bidang alam bebas.

Motivation To Achievement

Motivation To Achievement – Motivasi berprestasi adalah suatu daya dalam mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien daripada kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya.

Pelatihan ini diharapkan untuk bisa menumbuhkan semangat dan vitamin dalam mencapai prestasi kerja yang sudah barang tentu akan berkontribusi bagi kemajuan individu peserta dan kemajuan perusahaan.

  • Tujuan Kegiatan Program :
  • Meningkatkan semangat untuk berhasil
  • Membangun mental juara
  • Berusaha bekerja kreatif

Fasilitator dan Instruktur : Didukung oleh fasilitator yang ahli dan berpengalaman serta terampil di bidangnya,. Instruktur lapangan yang mempunyai ketrampilan dan menguasai prosedur keamanan di bidang alam bebas.

Service Excellent

Service Excellent – Setiap perusahaan diharapkan untuk dapat selalu melayani pelanggannya dengan baik dan sempurna sehingga pelanggan akan selalu setia untuk membeli produk atau jasa yang dijual.

Pelatihan ini diperuntukan untuk membangun budaya pelayanan di dalam jiwa setiap karyawan sehingga mereka dapat memberikan layanan yang professional dan memuaskan bagi pelanggan serta mendukung keberhasilan perusahaan

Tujuan Program Kegiatan :

  • Memahami pentingnya pelanggan
  • Memahami kebutuhan pelanggan
  • Memahami sikap professional (ethic)

Fasilitator dan Instruktur : Didukung oleh fasilitator yang ahli dan berpengalaman serta terampil di bidangnya,. Instruktur lapangan yang mempunyai ketrampilan dan menguasai prosedur keamanan di bidang alam bebas.

Mystery Of Mind

“MYSTERY OF MINDSET” – adalah Sebuah Terobosan Ilmu Pengetahuan Baru menggunakan metode Hypnotis, EFT (Emotional Freedom Therapy) dan NLP (Neuro-Linguistic Programming) untuk Pemberdayaan Manusia Menuju Sumber Daya manusia yang unggul dan menghilangkan pikiran negative dengan memunculkan energy positive

Tujuan Program Kegiatan :

  • Installing goal setting and mindset reprogramming
  • Enlightenment, New Mindset Program and New Belief

Spiritual Outbound

Spiritual Outbound – adalah suatu konsep pelatihan management di alam terbuka yang dipadukan dengan unsur – unsur rohani sehingga diharapkan peserta akan mendapatkan selain ilmu tentang pentingnya kerjasama antar individu (social) juga pentingnya hubungan dengan Yang Maha Kuasa sehingga peserta akan mendapatkan pencerahan.

Tujuan program Kegiatan :

  • Sikap Mental Positif.
  • Mempererat hubungan antar individu secara tulus.

program kegiatan yang pastinya di kemas secara Fun dan berkesan dimana di fasilitaitor oleh team berpengalaman program outbound seperrti Gathering – Team building – Capacity Building dan program yang di sesuikan.

untuk reservasi Program outbound Cilacap  bisa WA Team kami 0819 1000 0807

Gathering baturaden

Fun Gathering di Baturaden Purwokerto

Fun Gathering di Baturaden biasanya perusahaan atau Instansi Setahun sekali perusahaan menggelar gathering.

dan salah satu tempat yang sering di gunakan untuk Kegiatan Gathering di Wisata Baturraden.

Baik itu yang melibatkan keluarga si karyawan sehinga disebut family gathering. Ada juga yang hanya diikuti oleh karyawan itu sendiri, baik satu perusahaan maupun per divisi.

dan kawasan Wisata di baturaden menjadi salah satu tempat kegiatan Gathering yang asik dan Fun.

Sebenarnya apa saja manfaat dan tujuan gathering / outing bagi sebuah instansi atau perusahaan ? Sepadankah dengan biaya yang dikeluarkan ???

Berikut ini Kita mengulas secara ringkas mengenai gathering di Wisata baturaden

Arti gathering atau outing adalah kegiatan kumpul bersama yang ditujukan bagi perusahaan (employee gathering) atau keluarga (family gathering) yang di kemas dalam acara rekreasi, yang di lakukan dalam suasana yang menyenangkan dan disisipkan dengan beberapa bentuk games yang di sesuaikan

kegiatan program Gathering baturaden  yang bertujuan untuk membangun keakraban, kebersamaan antar individu.

Gathering di baturaden
Gathering di baturaden

Manfaat dari gathering di Baturaden , yaitu :

Sebagai sarana refreshing
Perusahaan atau instansi dengan tingkat tekanan tinggi, persaingan yang makin ketat, tuntutan pelayanan maksimal kepada masyarakat, proses produksi yang cepat tanpa henti membuat karyawan berada dalam tekanan atau tingkat stress yang tinggi pula.

Untuk itu banyak perusahaan atau isntansi dengan karyawan skala kecil maupun banyak memerlukan kegiatan gathering di baturaden

Membentuk team work yang solid

Didalam sebuah perusahaan atau instansi biasanya melakukan restrukturisasi (promosi / mutasi jabatan, pensiun, karyawan pindah kerja, dll) sehingga lingkungan kerja yang sebelumnya sudah berjalan kondusif pastinya memerlukan team work baru yang solid.

Bila sudah demikian maka kegiatan gathering atau outing di baturraden  perlu untuk di lakukan.

Mempererat hubungan antar karyawan
Pimpinan yang jeli bisa melihat ketidakharmonisan hubungan relasi dalam kantor. Bisa jadi itu tidak berbentuk konflik, tapi sekadar pengelompokan antar karyawan.

Agar kondisi ini tidak memperburuk efisiensi & efektifitas kerja maka perusahaan perlu memecah lingkaran – lingkaran ini sehingga terjalin relasi baru yang lebih terbuka antar karyawan.

Memperbaiki konflik dan friksi
Hampir tidak ada perusahaan atau instansi yang steril dari konflik dan friksi. Kompetisi yang tinggi, kesenjangan penghasilan, dll yang salah satu solusinya bisa melakukan kegiatan gathering di baturraden

Tujuan dari gathering di baturraden , yaitu :

Membentuk kebersamaan. Tujuan utama dalam mengadakan  gathering adalah untuk membentuk kebersamaan (team work). Jika rasa kebersamaan sudah tertanam di masing – masing individu maka akan ada rasa tanggung jawab, kepedulian, rasa setia kawan, saling membantu, problem solving dll.

Membentuk team building.

Tujuan kedua adalah membentuk tim yang solid. Semua anggota yang telah mengikuti kegiatan gathering untuk terus sadar dan mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari tim.

Peningkatan Kinerja, penjualan, dan pelayanan secara maksimal Adanya peningkatan kinerja dengan harapan akan adanya pula peningkatan penjualan barang pada perusahaan atau instan.

Price List Paket Outbound Gathering di Baturraden  di sesuaikan dengan paket dan tempat di kawasan Wisata Baturaden

untuk program Kegiatan Outbound wisata baturaden bisa hubungi tim kami pastikan program anda Fun dan berkesan

Team building Tegal

Program Team Building di Tegal

Team Building di Tegal – kegiatan pelatihan di luar ruangan yang pastinya seru dan berkesan.

Team building Tegal

Apakah sebenarnya progam outbound atau team building ? Outbound atau team building,

program pelatihan manajemen yang dirancang untuk membangun jiwa kepemimpinan dan teamwork untuk individu-individu di dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Tujuannya adalah untuk peningkatan kapasitas diri dan peningkatan kemampuan bekerja secara kolektif karyawan.

Program outbound adalah program pelatihan dengan metode-metode permainan yang dilakukan di ruangan terbuka. Umumnya, tempat outbound yang profesional sudah memiliki wahana-wahana permainan untuk outbound dan team building dalam bentuk permainan

Tujuan Outbound atau Team Building Karyawan

Inti tujuan dari kegiatan outbound dan team building untuk karyawan adalah untuk membangun komitmen yang ditujukan untuk peningkatan perkembangan diri dan kolektivitas kerja dari seluruh peserta outbound melalui konsep 4C: Competency, Confidence, Conception, dan Connection, yang tertuang dalam manfaat-manfaat outbound di bawah ini.

Manfaat Outbound atau Team Building Karyawan

Peningkatan Individual Soft Skills.

Program pelatihan outbound untuk karyawan adalah program pelatihan yang dirancang untuk melatih dan memacu setiap individu peserta outbound agar selalu berpikir dalam kerangka berpikir yang sistematis dan berorientasi pada tujuan jangka panjang.

Program pelatihan outbound selalu dilaksanakan dengan suasana yang santai dan fun, tanpa sekat-sekat senioritas dan jabatan, sehingga diharapkan dapat mengembangkan sekaligus meningkatkan kemampuan aktualisasi diri dari masing-masing individu peserta pelatihan outbound. Peningkatan kepercayaan diri dari masing-masing karyawan diharapkan akan berpengaruh positif pada peningkatan dan perkembangan jiwa kepemimpinan dari masing-masing karyawan yang mengikuti program outbound.

Program pelatihan outbound dan team building juga dirancang untuk membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab, serta pola perilaku yang berorientasi jangka panjang. Salah satu tujuan dari progam pelatihan outbound memang dimaksudkan untuk membuat masing-masing individu peserta outbound memiliki etos kerja dan etika kerja yg tinggi.

Peningkatan Teamwork Skills.

Selain untuk peningkatan individual soft skills dalam poin-poin di atas, program pelatihan outbound juga dirancang untuk menumbuhkan kesadaran tentang arti penting serta manfaat dari kebersamaan dan bekerja secara kolektif.

Dibuat dalam bentuk permainan, program pelatihan outbound dan team building akan membuat simulasi agar semua individu ‘terpaksa’ untuk bekerja secara kolektif atau melalui teamwork demi mencapai tujuan. lebih maksimal. Tujuan akhirnya adalah turut membantu menghasilkan produktivitas dan peningkatan kinerja yang dari suatu perusahaan atau suatu organisasi.

Dalam program pelatihan outbound, melalui metode-metode permainan, seluruh peserta outbound akan disimulasi agar selalu siap untuk bertindak dan merespon dengan cepat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Sehingga dalam prakteknya, akan selalu siap menghadapi tantangan-tantangan perubahan yang muncul dan dihadapi oleh perusahaan.

Simulasi program permainan outbound mengajak peserta untuk mencoba memahami kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya sendiri, kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan maupun dari orang lain. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kemampuan bekerja secara kolektif (teamwork) dari masing masing individu karena timbulnya rasa saling menghargai dalam setiap keputusan yang dibuat.

Refreshment.

Beban kerja yang pasti terus bertambah, dan rutinitas kerja sehari-hari, tentu akan menimbulkan kejenuhan bagi masing-masing individu, pada suatu waktu. Salah satu manfaat utama dari program outbound adalah juga sebagai sarana refreshing bagi para karyawan, untuk break sejenak dari rutinitas kerja sehari-hari.

Program pelatihan outbound dirancang untuk dilakukan dalam suasana yang santai dan menyenangkan, dengan metode-metode permainan yang fun dan seru, sehingga sangat cocok untuk menjadi salah satu program dalam agenda outing dan liburan karyawan.

Dengan adanya banyak manfaat yang bisa diambil oleh suatu perusahaan atau jenis organisasi lainnya, program pelatihan outbound bisa dilakukan secara rutin dan berkala.

Untuk perusahaan, program pelatihan outbound bisa dilakukan secara berjenjang, sesuai tingkatan level jabatan. Juga bisa langsung diadakan untuk seluruh karyawan secara bersama-sama.

untuk program kegiatan outbound dengan tema tim buildding – FUn game – Gathering – dan program pelatihan pengembangan SDM lainya bisa hubungi tim kami.

karyawan IGD RSU kab.Batang mengadakan tim building di Guci Tegal

karyawan IGD RSU kab.Batang mengadakan tim building di Guci Tegal

Tim building di Guci Tegal – segenap karyawan bagian IGD RSU Batang jawa Tengah mengadkan program tim building di kawasan Wisata air panas Guci.

Tim Building program adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ikatan tim kerja dengan harapan dapat menimbulkan sikap saling percaya, mampu menemukan solusi ketika menghadapi masalah dan komunikasi intensif mengenai peranan masing-masing anggota tim guna melaksanakan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan tugas dan tantangan, bekerjasama untuk membangun sebuah tim kerja.

Sebagai makhluk sosial, setiap individu membutuhkan satu sama lain dengan saling berinteraksi agar dapat mencapai kepuasan dalam diri sekaligus sebagai penguat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Inilah mengapa dibutuhkan team building dalam perusahaan.

Tim building yang nantinya terbentuk dalam karakter team work yang merupakan pelaksana dari segala proses dalam mencapai sebuah target atau tujuan perusahaan atau organisasi. Dengan kata lain team building adalah pondasi yang membentuk team work.

Manfaat Tim Building

  1. Menjalin Komunikasi yang Baik

Komunikasi adalah kunci penting dalam harmonisasi hubungan. Tidak hanya dalam hubungan personal saja, tetapi juga untuk hubungan antar rekan kerja satu tim.

Tanpa adanya interaksi yang kuat akan rentan terjadi miskomunikasi antar karyawan divisi. Bila hal ini terjadi tentu bisa menyebabkan gangguan alur kerja di organisasi. Dampak positif yang bisa dirasakan adalah tercapainya visi dan misi perusahaan.

  1. Membentuk Ikatan Kerjasama

Dengan team building yang baik, akan mampu menciptakan ikatan kerjasama yang kuat. Dengan demikian, tujuan dan visi misi perusahaan dapat tercapai lebih mudah.  Selain itu, ikatan atau keterlibatan ini (engagement) ini juga dapat memicu rasa tanggung jawab lebih kepada setiap karyawan untuk menyelesaikan tugas sesuai perannya masing-masing. Sehingga, setiap lini bisa beroperasi dengan efektif.

  1. Meningkatkan Motivasi Setiap Anggota

Motivasi dalam bekerja juga bisa datang dari rekan satu tim. Caranya dengan membangun relasi yang baik sehingga satu sama lain saling mengerti dan semangat untuk mencapai tujuan. Suasana kerja juga akan terasa nyaman karena suasana positif dari setiap karyawan yang akhirnya membuat kinerja perusahaan semakin maksimal.

  1. Menumbuhkan Sikap Saling Percaya

Dalam kegiatan Team Building setiap anggota dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai macam kepribadian seseorang. Sehingga kedekatan antar karyawan akan memberikan kepercayaan dengan kemampuan anggota tim lainnya untuk mengerjakan setiap tugas. Dengan memberikan rasa percaya kepada mereka, maka hasil yang diberikan juga pasti lebih baik. Semuanya didasari rasa saling percaya yang kuat sehingga melihat bahwa kemampuannya diakui.

Program pelatihan team building biasa dilakukan secara outdoor atau alam terbuka, hal ini karena alam merupakan materi dan media pembelajaran yang baik untuk membangun kepercayaan diri, kerja tim, komunikasi efektif, kepemimpinan, rasa tanggung jawab, penyelesaian masalah (problem solving), dll.

untuk melaksanakan program tim building di guci Tegal bisa hubungi tim kami,.

Capacity Building Limpakuwus banyumas

Capacity Building Limpakuwus banyumas

Capacity Building Limpakuwus – Keberadaan suatu organisasi sangat didukung adanya tiga pilar utama agar dapat berjalan dengan baik dan salah satu cara meningkatkan kapasitas tim dengan prgram pelatihan yang bisa di kemas dalam berkegiatan outbound

Tiga pilar itu terdiri dari

  1. SDM yang baik,
  2. Sistem penataan organisasi yang baik,
  3. serta proses bisnis yang biasanya dianggap sebagai target capaian organisasi dalam visi-misi.

Tentunya, aspek SDM baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dapat dilihat dari sisi knowledge, skill, dan attitude.

Dari sini tentu dapat difahami bahwa capacity building adalah proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan, serta sikap dan perilaku.

Harus disadari bahwa berkembang tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi adanya kepedulian dan kualitas SDM dalam menggerakkan organisasi.

Dengan demikian, proses peningkatan kapasitas (capacity building) dan pembangunan karakter (caracter building) SDM menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Dalam proses ini tentu dapat dilakukan dengan beragam cara, baik melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis kompetensi, pembinaan pola karir yang jelas, tugas belajar, dan outbond atau pola permainan, yang kesemuanya itu untuk meningkatkan performa SDM organisasi dalam menjalankan tugasnya.

Oleh karenanya, pengembangan kapasitas sangat terkait dengan kemampuan SDM, kemampuan institusi, dan kemampuan sistem organisasi.

TUJUAN PROGRAM CAPACITY BUILDING OUTBOUND LIMPAKUWUS

Pengembangan kapasitas tentu tidak hanya berorientasi pada kemampuan manusia, namun mencakup keseluruhan lingkup organisasi yang terdiri dari sistem penataan organisasi atau sering dikenal dengan sistem manajemen, kebijakan target capaian, strategi pencapaian, dan peraturan organisasi.

Lingkup demikian mengisyaratkan adanya tingkat pengembangan kapasitas dari capacity development atau capacity strengthening yang berarti mengembangkan kemampuan yang   sudah   ada (existing capacity), dan pengembangan kapasitas yang mengedepankan proses kreatif untuk membangun kapasitas yang belum terlihat atau constructing capacity.

Oleh karenanya, capacity building merupakan suatu proses untuk melakukan sesuatu, atau serangkaian kegiatan untuk melakukan perubahan multilevel pada diri individu, kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, dan sistem-sistem guna memperkuat kemampuan penyesuaian individu dan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan yang ada.

Untuk itu peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui proses menganalisa lingkungannya, mengidentifikasi masalah-masalah organisasi, mencari kebutuhan-kebutuhan pengembangan diri dan organisasi, isu-isu dan peluang-peluang yang dapat diperankan organisasi, membuat formulasi strategi dalam proses mengatasi masalah-masalah,

dan tentunya merancang sebuah rencana aksi agar bisa terkumpul data penataan sistem organisasi secara baik.

Dalam proses pengembangan kapasitas, salah satu cara yang cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan membangun jejaring kerja adalah dengan meniru bagaimana

orang-orang sukses berinteraksi dengan orang lain.

Namun perlu diketahui bahwa proses meniru bukan merupakan perkerjaan yang mudah asal mengikuti, tetapi butuh adanya kecerdasan dalam mengidentifikasi berbagai aspek terkait dengan proses interaksi, misalnya bagaimana cara mengendalikan emosi, cara menghargai orang lain, cara berbicara, cara merespon   dan   sebagainya. 

 Setidaknya   membangun   jejaring kerja merupakan suatu seni sehingga tidak mudah dibuat suatu pola hubungan yang baku.

Harus diketahui bahwa kompetensi merupakan satu kesatuan utuh yang menggambarkan potensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang dimiliki seseorang terkait dengan pekerjaannya untuk dapat diaktualisasikan dalam bentuk tindakan nyata.

pola kerja pengembangan kapasitas sangat menekankan adanya keterlibatan keseluruhan komponen organisasi secara kesederajatan dan adanya dialog terbuka untuk bersepakat mencapai tujuan sasaran organisasi.

Sebuah proses kapasitas yang efektif harus mendorong partisipasi oleh semua pihak yang terlibat. Jika stakeholder yang terlibat dan keseluruhan anggota organisasi dalam proses perumusan target capaian terlibat, tentu kesemuanya akan merasa memiliki organisasi dan akan lebih bertanggung jawab atas hasil dan keberlanjutan capaian organisasi. Keterlibatan keseluruhan komponen secara langsung jelas sangat memungkinkan untuk pengambilan keputusan yang cepat dan efektif, sekaligus lebih transparan.

Kebersamaan mengembangkan kapasitas juga pada akhirnya akan mengevaluasi target capaian yang pernah ada pada masa sebelumnya, dan memungkinkan adanya pembangun kapasitas untuk melihat sisi mana yang membutuhkan penguatan, hal mana yang mesti diprioritaskan, dan tentunya dengan cara apa pencapaian target akan dilakukan. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas yang tidak diawali adanya studi komprehensif tentang kebutuhan organisasi dan penilaian kondisi yang sudah ada sebelumnya, pada umumnya hanya akan membatasi pada pelatihan saja, padahal sesuai tingkatan pengembangan harus mencakup keseluruhan komponen organisasi.

Perlu adanya evaluasi peningkatan kapasitas guna mengontrol akuntabilitas kinerja organisasi melalui pengukuran berdasarkan pada perubahan kinerja berbasis pengaturan kelembagaan, kepemimpinan, pengetahuan, dan akuntabilitas.

Capacity Building Limpakuwus atau berbagai program outbound di kawasan wisata baturaden dan hutan limpakuwus yang pastinya menawarkan suasana yang sejuk yang pas buat hiling dan berkegiatan bersama tim anda.